{"id":138,"date":"2026-10-01T23:18:16","date_gmt":"2026-10-01T23:18:16","guid":{"rendered":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/?post_type=kajian&#038;p=138"},"modified":"2026-10-01T23:18:17","modified_gmt":"2026-10-01T23:18:17","slug":"kedudukan-hadis-dan-fungsinya-terhadap-al-quran","status":"publish","type":"kajian","link":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/?kajian=kedudukan-hadis-dan-fungsinya-terhadap-al-quran","title":{"rendered":"KEDUDUKAN HADIS DAN FUNGSINYA TERHADAP AL-QUR&#8217;AN"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\">DASAR-DASAR ILMU HADITS<\/h1>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KEDUDUKAN HADITS DAN FUNGSINYA TERHADAP AL-QUR&#8217;AN<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">A. Kedudukan Al-Qur&#8217;an dan Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Umat Islam telah sepakat bahwa <strong>Hadis Rasulullah SAW<\/strong> merupakan sumber dan dasar hukum Islam kedua setelah Al-Qur&#8217;an. Umat Islam diwajibkan untuk mengikuti Hadis sebagaimana mengikuti Al-Qur&#8217;an. Banyak ayat Al-Qur&#8217;an dan Hadis yang menjelaskan bahwa Hadis adalah sumber hukum Islam yang wajib diikuti, baik dalam bentuk perintah maupun larangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Dalil Naqli Mengenai Kedudukan Hadis dari Al-Qur&#8217;an<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut beberapa ayat Al-Qur&#8217;an yang menjadi dasar penetapan kedudukan Hadis:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>QS. Ali &#8216;Imran (3): 179<\/strong><em>Inti Ayat:<\/em> Allah SWT memisahkan antara orang munafik dan orang mukmin, serta memerintahkan umat manusia untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>QS. An-Nisa&#8217; (4): 136<\/strong><em>Inti Ayat:<\/em> Perintah kepada orang-orang beriman untuk tetap beriman kepada Allah, Rasul-Nya, Kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab-kitab sebelumnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>QS. Ali &#8216;Imran (3): 32<\/strong><em>Inti Ayat:<\/em> Perintah untuk menaati Allah dan Rasul-Nya; barangsiapa yang berpaling, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>QS. An-Nisa&#8217; (4): 59<\/strong><em>Inti Ayat:<\/em> Perintah menaati Allah, Rasul, dan <em>Ulil Amri<\/em> (pemimpin) di antara kamu. Jika terjadi perselisihan pendapat, hendaknya mengembalikan persoalan tersebut kepada Allah (Al-Qur&#8217;an) dan Rasul (Hadis).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>QS. Al-Ma&#8217;idah (5): 92<\/strong><em>Inti Ayat:<\/em> Perintah untuk taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan berhati-hati. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan amanat Allah dengan terang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>QS. Al-Hasyr (59): 7<\/strong><em>Inti Ayat:<\/em> Perintah untuk mengambil apa yang diberikan\/diperintahkan oleh Rasul dan meninggalkan apa yang dilarangnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>QS. An-Nur (24): 54<\/strong><em>Inti Ayat:<\/em> Kewajiban taat kepada Allah dan Rasul. Jika taat kepada Rasul, niscaya akan mendapat petunjuk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Dalil dari Al-Hadis<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pesan Dua Pusaka (HR. Malik)<\/strong><em>&#8220;Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Kalian tidak akan sesat selama-lamanya jika berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur&#8217;an) dan Sunnah Rasul-Nya (Hadis).&#8221;<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dialog Rasulullah SAW dengan Mu&#8217;adz bin Jabal (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)<\/strong>Saat Rasulullah SAW hendak mengutus Mu&#8217;adz bin Jabal menjadi gubernur di Yaman, beliau bertanya tentang pedoman hukum yang akan digunakan:\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pertama:<\/strong> Menetapkan hukum berdasarkan <strong>Kitabullah (Al-Qur&#8217;an)<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kedua:<\/strong> Jika tidak ditemukan di dalam Al-Qur&#8217;an, menggunakan <strong>Sunnah Rasulullah (Hadis)<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ketiga:<\/strong> Jika tidak ditemukan di dalam Sunnah, melakukan <strong>Ijtihad<\/strong> dengan pendapat sendiri.<em>Rasulullah SAW menyetujui dan memuji jawaban Mu&#8217;adz tersebut.<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">B. Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur&#8217;an<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Al-Qur&#8217;an memuat ajaran dan hukum yang umumnya bersifat global (<em>mujmal<\/em>), sedangkan Hadis berfungsi untuk menjelaskan (<em>bayan<\/em>) keumuman isi Al-Qur&#8217;an tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>(Penjelasan ini merujuk pada QS. An-Nahl (16): 44 tentang tugas Rasul menjelaskan Al-Qur&#8217;an kepada manusia).<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat 3 fungsi utama Hadis terhadap Al-Qur&#8217;an yang disebutkan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Bayan Taqrir (Penguat\/Penegas)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memperkokoh atau mempertegas hukum yang telah diterangkan di dalam Al-Qur&#8217;an.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Contoh Al-Qur&#8217;an:<\/strong> QS. Al-Baqarah (2): 185 (Perintah berpuasa saat melihat\/menyaksikan bulan Ramadan).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Diperkuat Hadis (HR. Muslim):<\/strong> Perintah berpuasa ketika melihat hilal dan berbuka (Hari Raya) ketika melihatnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Bayan Tafsir (Penjelas\/Rincian)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memberikan rincian, penafsiran, dan penjelasan terhadap ayat-ayat Al-Qur&#8217;an yang masih bersifat umum (<em>mujmal<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Contoh Al-Qur&#8217;an:<\/strong> QS. Al-Baqarah (2): 43 (<em>&#8220;Dan kerjakanlah sholat, tunaikanlah zakat&#8230;&#8221;<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ditafsirkannya lewat Hadis (HR. Bukhari):<\/strong> <em>&#8220;Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.&#8221;<\/em> (Hadis ini memberikan tata cara dan rincian pelaksanaan sholat).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Bayan Tasyri&#8217; (Penetapan Hukum Baru)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mewujudkan atau menetapkan suatu hukum\/ajaran yang tidak tertulis secara eksplisit dalam Al-Qur&#8217;an.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Contoh Hadis (HR. Muslim):<\/strong> Bahwasanya Rasulullah SAW mewajibkan <strong>zakat fitrah<\/strong> pada bulan Ramadan sebanyak satu <em>sha&#8217;<\/em> kurma atau gandum kepada setiap muslim (baik merdeka, hamba sahaya, laki-laki, maupun perempuan).<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DASAR-DASAR ILMU HADITS KEDUDUKAN HADITS DAN FUNGSINYA TERHADAP AL-QUR&#8217;AN A. Kedudukan Al-Qur&#8217;an dan Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam Umat Islam telah sepakat\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","kategori_kajian":[],"topik_kajian":[],"class_list":["post-138","kajian","type-kajian","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/kajian\/138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/kajian"}],"about":[{"href":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/kajian"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=138"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/kajian\/138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":139,"href":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/kajian\/138\/revisions\/139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"kategori_kajian","embeddable":true,"href":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fkategori_kajian&post=138"},{"taxonomy":"topik_kajian","embeddable":true,"href":"https:\/\/ainulyaqienbekasi.sch.id\/wordpress_N\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftopik_kajian&post=138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}